Selamat Datang di Blog Sidaharja Desaku

Selasa, 14 April 2015

Hati-hati Jika Berkendara di Pengkolan Yayasan Al-Imam

Terkadang, sebagai pengendara, kita lupa bahwa keselamatan lebih utama dibandingkan ketepatan waktu ketika sedang terburu-buru mengejar deadline pekerjaan.
Ketika melihat jalan yang kosong dan sepi dan lurus, Anda secara otomatis akan lebih mempercepat laju kendaraan Anda. Namun tentunya kita harus senantiasa berhati-hati dan waspada karena jalan tak selamanya lurus dan mulus, terkadang kita akan mendapati jalan yang berbelok dan bergelombang bahkan jalan yang kondisi aspalnya sudah mengelupas sehingga tinggal kerikil dan pasir yang tersisa. Karenanya kita harus ekstra hati-hati dalam berkendara lebih-lebih di belokan berkerikil dan berbatu seperti di Pengkolan Yayasan Al-Imam Sidaharja depan Masjid Jam'i Al-Muwahhidin RT. 04 Rw. 01. Pengkolan ini tergolong tajam setelah jalan yang lurus dari arah perbatasan Desa. Pada waktu hari aktif Sekolah, hari senin s.d jum'at banyak anak-anak sekolah yang bolak-balik menyebrang jalan. Pengkolan ini termasuk rawan kecelakaan karena beberapa kali terjadi kecelakaan dikomplek ini seperti halnya yang terjadi pada hari kemarin, Senin, 12 April 2015, Pulang dari Sawah, seorang ibu jatuh tersungkur.
Seorang ibu pengendara motor terperosok dan menabrak pohon pisang di Jalan Kertasari Sidaharja tepatnya di Pengkolan depan MTs Al-Imam. Ibu berinisial (J) itu mengendarai motor maticnya hendak pulang ke ciporoan sehabis memanen padi dari sawah.
Menurut keterangan saksi,  ibu ini mengendarai motornya dari arah barat dengan kecepatan tinggi dan pas dipengkolan depan MTs Al-Imam dia tidak bisa mengendalikan motornya sehingga keluar dari badan jalan sebelah kanan dan tersungkur tepat di sebelah utara kantor MI Sidaharja, untungnya tidak menabrak pagar Sekolah. Akibat dari kejadian ini ia mengalami luka memar di bagian lengan kiri dan bagian kaki karena tertindih sepeda motor miliknya. ia kemudian langsung dibawa ke tukang pijat/tukang urut.

Senin, 13 April 2015

Pulang dari sawah, seorang ibu jatuh tersungkur

Sidaharja, Seorang ibu pengendara motor terperosok dan menabrak pohon pisang di Jalan Kertasari Sidaharja tepatnya di Pengkolan depan MTs Al-Imam Dusun Kertasari RT. 04 Rw. 01 Desa Sidaharja Kecamatan Pamarican. Ibu berinisial (J) itu mengendarai motor maticnya hendak pulang ke ciporoan sehabis memanen padi dari sawah.
Menurut keterangan saksi,  ibu ini mengendarai motornya dari arah barat dengan kecepatan tinggi dan pas dipengkolan depan MTs Al-Imam dia tidak bisa mengendalikan motornya sehingga keluar dari badan jalan sebelah kanan dan tersungkur tepat di sebelah utara kantor MI Sidaharja, untungnya tidak menabrak pagar Sekolah. Akibat dari kejadian ini ia mengalami luka memar di bagian lengan kiri dan bagian kaki karena tertindih sepeda motor miliknya.
"Saat itu kami sedang asyik ngobrol diruang kantor MI, tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara "srsrsrt braak". segera kami keluar dan alangkah terkejutnya kami melihat seorang ibu terjatuh dari motor, segera kami menolongnya. memberinya air putih. Begitu kejadiannya secara persis kami tidak melihat kronologinya dari awal" tutur seorang ibu guru yang tidak mau disebut namanya.
Korbanpun segera dibawa ke rumah saudaranya untuk diurut dan kebetulan tidak jauh dari tempat kejadian.


Rabu, 06 November 2013

Ratusan Santri Diniyah Takmiliyah Pawai Taaruf Sambut Tahun Baru Islam

Pamarican - Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Pamarican, Selasa (5/11/2013) menggelar pawai taaruf menyambut tahun baru Islam 1435 H. Ribuan Santri Diniyyah Takmiliyah baik tingkat Awaliyah maupun Wustho dari berbagai Desa di Kecamatan Pamarican mengikuti kegiatan ini dengan penuh semanagat. Tidak ketinggalan, sebanyak + 200 Santri Diniyah Takmiliyah se-Desa Sidaharja juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diantaranya : DTA Al-Ma'arif Kertasari, DTW Al-Imam Kertasari, DTA Al-Misbah Cileweng Kertasari, DTA Al-Mustaqim Sidaharja, DTA Al-Ikhsan Sidaharja, dan DTA Al-Muhajirin Ciporoan.
Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho Al-Imam, Mahsun, S.Pd.I mengatakan kegiatan Pawai Ta'aruf menyambut tahun baru Islam ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik terhadap datangnya tahun baru Islam. Disamping itu juga, tambah Mahsun, untuk mengenalkan kepada Masyarakat tentang eksistensi atau keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kecamatan Pamarican pada umumnya dan khususnya Madrasah yang berada di Desa Sidaharja, sehingga diharapkan mereka mengenal dan mendorong Putra-putrinya untuk mengikuti Pembelajaran di Madrasah Diniyah.
"Kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi anak-anak setingkat MI/SD dan MTs/SMP agar mau mengikuti Pendidikan Agama di Madrasah Diniyah yang saat ini sudah menjadi Program Pemerintah dan masuk dalam Peraturan Daerah khususnya di Kabupaten Ciamis" ujarnya.

Dari pantauan, para peserta tampak bersemangat mengikuti pawai taaruf dengan mengendarai Mobil mengelilingi beberapa Desa di Kecamatan Pamarican. yaitu Start dari Alun-alun kecamatan Pamarican melewati Jalan Desa Sukahurip, Kertahyu, Sukamukti, dan Desa Sidaharja. Mereka berpakaian putih dan ada juga yang memakai seragam batik khas dengan melantunkan Asmaul Husna dan lagu-lagu Sholawat dengan diiringi musik Rebana.(Mzh/MS)

Jumat, 11 Oktober 2013

Kantor MTs Al-Imam Pamarican di Bobol Maling


Pamarican- Madrasah Tsanawiyah Al-Imam yang berada di Desa Sidaharja Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dibobol pencuri, Kamis (10/10) kemarin. Barang-barang yang berhasil di gondola maling diantaranya Dua buah PC Komputer Desktop Pentium IV Dual Core, satu buah Notebook dan Proyektor merk Infocus, sehingga dari kejadian tersebut, sekolah mengalami kerugian + Rp 15.000.000,-.
Kejadian serupa juga dalam waktu bersamaan menimpa kantor MIS Sidaharja 2 yang masih satu lingkup Yayasan Al-Imam, Namun tidak terdapat kerugian yang berharga hanya saja Pintu dan Jendela kantor rusak akibat dicongkel menggunakan benda tajam.
Menurut keterangan dari Kepala Madrasah saat dikonfirmasi, Kejadian tersebut baru diketahui pihak madrasah sekitar pukul 06.00 Wib, ketika petugas kebersihan hendak membuka dan membersihkan kantor MI Sidaharja 2, ia sangat terkejut Pintu kantor sudah terbuka dalam kondisi kunci rusak  dan Kondisi didalam ruangan sudah porak poranda. Kemudian ia bergegas menuju Kantor MTs Al-Imam yang tidak jauh dari Kantor MIS Sidaharja. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati kantor MTs Al-Imam pun sudah terbuka, dan ketika ia melihat kondisi ruangan ia mendapati 2 buah PC Komputer yang terdapat di meja TU tidak ada. 
“Begitu melihat kondisi ruang berantakan, Petugas kebersihan yaitu Ibu Ny. Bahriyah langsung melaporkannya kepada saya, dan saya langung kelokasi untuk melihat kondisi sebenarnya,” paparnya.
Kondisi ruangan kantor seperti Meja, Laci, lemari semuanya berantakan dan isi didalamnya dikeluarkan. “Sepertinya pelaku ini ingin mencari sesuatu mungkin berupa uang, namun yang ada hanya peralatan computer dan proyektor”. Ujar Kepala MTs Al-Imam, SURUR, S.Ag kepada kami, Kamis (10/10) kemarin.
“Kuat dugaan, pelaku membuka paksa pintu masuk kantor. Sebab, kusen dan kunci pintu masuk kondisinya rusak seperti habis dicongkel menggunakan linggis,” kata Pak Surur lagi.
“Kami kehilangan data Arsip elektronik Madrasah sejak tahun 2007-2013, yang kami simpan di Komputer yang dicuri”. Kata Ka TU MTs Al-Imam
Mengenai siapa pelaku, pihak yayasan dan madrasah belum mengetahui. Sebab tidak ada yang melihat pencuri saat beraksi karena diperkirakan mereka beraksi saat masyarakat sekitar tidur lelap yaitu kurang lebih pukul 02.00-03.00 WIB dini hari.. Atas kejadian tersebut, pihak madrasah tengah melapor ke Kepolisian Sektor Pamarican untuk penanganan dan proses tindak lanjut.
Dengan kejadian tersebut, Kepala Madrasah sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, harus menganggarkan dana untuk meningkatkan penjaga sekolah. Pasalnya, saat ini sudah banyak sekolah/madrasah yang memiliki alat-alat canggih yang harganya lumayan mahal seperti, computer, lap top dan alat-alat elektronik lainnya.
“Sebaiknya tiap sekolah harus ada penjaga, biar kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
(mzh)

Kamis, 18 Oktober 2012

Cuci Tangan Ada Jurusnya

Pamarican, (KP)- Dinas Kesehatan menggelar kegiatan cuci tangan pakai sabun atau "More Than Just A Day” di Desa Sidaharja tepatnya di SDN 1 Sidaharja dan Neglasari Kecamatan Pamarican pada Senin (15/10).
Acara tersebut dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober.
Hadir dalam kesempatan itu Camat Pamarican Drs,Yoyo Suryana , Sekmat Pamarican Yayat Ahadiat SH. MS.i, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pamarican Dede Sarto Moeziyant, S.Pd MM, dan seluruh Kepala Sekolah beserta guru se-Kecamatan Pa,arican.
Dalam sambutannya Camat Pamarican Yoyo Suryana membacakan surat edaran PM/MENKES/ 299/VIII/2012 tentang himbauan penyelenggaraan hari Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS ) sedunia yang ke-5 pada tahun 2012.
"Semoga dengan adanya program ini masyarakat terutama anak-anak sejak dini sudah belajar dan membiasakan cuci tangan pakai sabun. Itu semua semata-mata untuk menjaga kesehatan kita semua," ujarnya.
Sementara itu ketua pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Puskesmas Kertahayu Andi Suhendi menuturkan kegiatan cuci tangan pakai sabun ini merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti ISPA dan Flu Burung. "Sebenarnya perilaku cuci tangan pakai sabun ini sudah dipahami masyarakat secara luas meskipun prakteknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Andi.
Menurut Andi, hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 menunjukan bahwa ISPA dan diare masih ditemukan karena kurangnya perilaku sehat terutama hal yang paling dasar yaitu mencuci tangan pakai sabun. "Untuk persentase penyakit IPSA dan diare tertinggi pada anak usia dibawah lima tahun yaitu 43% dan 16 %. Jadi memang sangat perlu untuk dipahami anak-anak bahwa perilaku sehat sangat penting," jelasnya.
Andi Suhendi mengatakan dengan semakin banyaknya anak yang melakukan CTPS, hal tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan millennium untuk menurunkan 2/3 kasus kematian anak pada tahun 2015 yang akan datang. "Secara sinergis, perilaku ini juga diharapkan membantu mencegah penyebaran virus H1N1 di Indonesia. Perilaku CTPS terbukti merupakan cara yang efektif untuk upaya kesehatan preventif," katanya.

Dikutip dari : http://kabar-priangan.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...