Pamarican, (KP)-
Dinas Kesehatan menggelar kegiatan cuci tangan pakai sabun atau "More
Than Just A Day” di Desa Sidaharja tepatnya di SDN 1 Sidaharja dan
Neglasari Kecamatan Pamarican pada Senin (15/10).
Acara tersebut dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober.
Hadir dalam kesempatan itu Camat Pamarican Drs,Yoyo Suryana , Sekmat Pamarican Yayat Ahadiat SH. MS.i, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pamarican Dede Sarto Moeziyant, S.Pd MM, dan seluruh Kepala Sekolah beserta guru se-Kecamatan Pa,arican.
Dalam sambutannya Camat Pamarican Yoyo Suryana membacakan surat edaran PM/MENKES/ 299/VIII/2012 tentang himbauan penyelenggaraan hari Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS ) sedunia yang ke-5 pada tahun 2012.
"Semoga dengan adanya program ini masyarakat terutama anak-anak sejak dini sudah belajar dan membiasakan cuci tangan pakai sabun. Itu semua semata-mata untuk menjaga kesehatan kita semua," ujarnya.
Sementara itu ketua pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Puskesmas Kertahayu Andi Suhendi menuturkan kegiatan cuci tangan pakai sabun ini merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti ISPA dan Flu Burung. "Sebenarnya perilaku cuci tangan pakai sabun ini sudah dipahami masyarakat secara luas meskipun prakteknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Andi.
Menurut Andi, hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 menunjukan bahwa ISPA dan diare masih ditemukan karena kurangnya perilaku sehat terutama hal yang paling dasar yaitu mencuci tangan pakai sabun. "Untuk persentase penyakit IPSA dan diare tertinggi pada anak usia dibawah lima tahun yaitu 43% dan 16 %. Jadi memang sangat perlu untuk dipahami anak-anak bahwa perilaku sehat sangat penting," jelasnya.
Andi Suhendi mengatakan dengan semakin banyaknya anak yang melakukan CTPS, hal tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan millennium untuk menurunkan 2/3 kasus kematian anak pada tahun 2015 yang akan datang. "Secara sinergis, perilaku ini juga diharapkan membantu mencegah penyebaran virus H1N1 di Indonesia. Perilaku CTPS terbukti merupakan cara yang efektif untuk upaya kesehatan preventif," katanya.
Acara tersebut dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober.
Hadir dalam kesempatan itu Camat Pamarican Drs,Yoyo Suryana , Sekmat Pamarican Yayat Ahadiat SH. MS.i, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pamarican Dede Sarto Moeziyant, S.Pd MM, dan seluruh Kepala Sekolah beserta guru se-Kecamatan Pa,arican.
Dalam sambutannya Camat Pamarican Yoyo Suryana membacakan surat edaran PM/MENKES/ 299/VIII/2012 tentang himbauan penyelenggaraan hari Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS ) sedunia yang ke-5 pada tahun 2012.
"Semoga dengan adanya program ini masyarakat terutama anak-anak sejak dini sudah belajar dan membiasakan cuci tangan pakai sabun. Itu semua semata-mata untuk menjaga kesehatan kita semua," ujarnya.
Sementara itu ketua pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Puskesmas Kertahayu Andi Suhendi menuturkan kegiatan cuci tangan pakai sabun ini merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti ISPA dan Flu Burung. "Sebenarnya perilaku cuci tangan pakai sabun ini sudah dipahami masyarakat secara luas meskipun prakteknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Andi.
Menurut Andi, hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 menunjukan bahwa ISPA dan diare masih ditemukan karena kurangnya perilaku sehat terutama hal yang paling dasar yaitu mencuci tangan pakai sabun. "Untuk persentase penyakit IPSA dan diare tertinggi pada anak usia dibawah lima tahun yaitu 43% dan 16 %. Jadi memang sangat perlu untuk dipahami anak-anak bahwa perilaku sehat sangat penting," jelasnya.
Andi Suhendi mengatakan dengan semakin banyaknya anak yang melakukan CTPS, hal tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan millennium untuk menurunkan 2/3 kasus kematian anak pada tahun 2015 yang akan datang. "Secara sinergis, perilaku ini juga diharapkan membantu mencegah penyebaran virus H1N1 di Indonesia. Perilaku CTPS terbukti merupakan cara yang efektif untuk upaya kesehatan preventif," katanya.
Dikutip dari : http://kabar-priangan.com





