Pamarican- Madrasah Tsanawiyah
Al-Imam yang berada di Desa Sidaharja Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis
dibobol pencuri, Kamis (10/10) kemarin. Barang-barang yang berhasil di gondola
maling diantaranya Dua buah PC Komputer Desktop Pentium IV Dual Core, satu buah
Notebook dan Proyektor merk Infocus, sehingga dari kejadian tersebut, sekolah
mengalami kerugian + Rp 15.000.000,-.
Kejadian serupa juga dalam waktu bersamaan
menimpa kantor MIS Sidaharja 2 yang masih satu lingkup Yayasan Al-Imam, Namun
tidak terdapat kerugian yang berharga hanya saja Pintu dan Jendela kantor rusak
akibat dicongkel menggunakan benda tajam.
Menurut keterangan dari Kepala Madrasah saat
dikonfirmasi, Kejadian tersebut baru diketahui pihak madrasah sekitar pukul
06.00 Wib, ketika petugas kebersihan hendak membuka dan membersihkan kantor MI
Sidaharja 2, ia sangat terkejut Pintu kantor sudah terbuka dalam kondisi kunci
rusak dan Kondisi didalam ruangan sudah
porak poranda. Kemudian ia bergegas menuju Kantor MTs Al-Imam yang tidak jauh
dari Kantor MIS Sidaharja. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati kantor MTs
Al-Imam pun sudah terbuka, dan ketika ia melihat kondisi ruangan ia mendapati 2
buah PC Komputer yang terdapat di meja TU tidak ada.
“Begitu melihat kondisi ruang berantakan, Petugas kebersihan yaitu Ibu Ny.
Bahriyah langsung melaporkannya kepada saya, dan saya langung kelokasi untuk
melihat kondisi sebenarnya,” paparnya.
Kondisi ruangan kantor seperti Meja, Laci, lemari
semuanya berantakan dan isi didalamnya dikeluarkan. “Sepertinya pelaku ini
ingin mencari sesuatu mungkin berupa uang, namun yang ada hanya peralatan
computer dan proyektor”. Ujar Kepala MTs Al-Imam, SURUR, S.Ag kepada kami, Kamis
(10/10) kemarin.
“Kuat dugaan, pelaku membuka paksa pintu masuk
kantor. Sebab, kusen dan kunci pintu masuk kondisinya rusak seperti habis
dicongkel menggunakan linggis,” kata Pak Surur lagi.
“Kami kehilangan data Arsip elektronik Madrasah
sejak tahun 2007-2013, yang kami simpan di Komputer yang dicuri”. Kata Ka TU
MTs Al-Imam
Mengenai siapa pelaku, pihak yayasan dan madrasah
belum mengetahui. Sebab tidak ada yang melihat pencuri saat beraksi karena
diperkirakan mereka beraksi saat masyarakat sekitar tidur lelap yaitu kurang
lebih pukul 02.00-03.00 WIB dini hari.. Atas kejadian tersebut, pihak madrasah
tengah melapor ke Kepolisian Sektor Pamarican untuk penanganan dan proses
tindak lanjut.
Dengan kejadian tersebut, Kepala Madrasah sangat berharap kepada Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Ciamis, harus menganggarkan dana untuk meningkatkan penjaga
sekolah. Pasalnya, saat ini sudah banyak sekolah/madrasah yang memiliki
alat-alat canggih yang harganya lumayan mahal seperti, computer, lap top dan
alat-alat elektronik lainnya.“Sebaiknya tiap sekolah harus ada penjaga, biar kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
(mzh)





